Mikroba Pertanian

pic_mikrobaKoleksi sumber daya genetik mikroba pertanian terdiri atas: Bakteri 1.033 aksesi, fungi 25 aksesi, yeast 12 aksesi dan virus 24 aksesi.
Koleksi (eksplorasi) mikroba di Biogen Culture Collection (Biogen CC) diprioritaskan untuk mikroba yang memiliki potensi meningkatkan pertumbuhan tanaman dengan kemampuannya menghasilkan fitohormon, meningkatkan toleransi tanaman terhadap cekaman biotik dan abiotic dengan kemampuannya menghasilkan metabolit sekunde tertentu, meningkatkan produktivitas hasil tanaman pertanian, memperbaiki kesuburan, tekstur, dan kesehatan tanah, dan meningkatkan nilai tambah hasil pertanian.  Kegiatan koleksi dilakukan dari berbagai daerah di Indonesia, terutama dari daerah sentra produksi tanaman pangan, daerah endemic serangan patogen tanaman, lahan pertanian tercemar limbah industri, dari daerah dengan penumpukan limbah bahan organic, dan sebagainya. Sebagian besar koleksi mikroba BB. Biogen dilakukan sejalan dengan kegiatan penelitian rutin Konservasi dan Karakterisasi Mikroba Pertanian, dan penelitian kerjasama.  Beberapa koleksi diperoleh dari koleksi kultur mikroba internasional, seperti ATCC.
Konservasi mikroba di Biogen CC dilakukan dengan penyimpanan jangka panjang secara freezing dan drying, baik freeze-drying dan liquid-drying.  Koleksi bakteri disimpan secara freeze drying, koleksi aktinomisetes disimpan secara liquid drying, sedangkan koleksi fungi yang membentuk spora dilakukan secara freezing dan drying, khusus fungi yang tidak membentuk spota disimpan secara freezing.  Koleksi mikroba Biogen CC yang disimpan secara drying pada rentang waktu tertentu (8 tahunan) dilakukan kegiatan rejuvenasi untuk mengontrol viabilitas koleksi mikroba setelah lama disimpan.
Karakterisasi mikroba pertanian dilakukan secara fenotipik (mikroskopis, makroskopis, fisiologi dan biokimia) dan genotipik.  Karakterisasi genotipik untuk bakteri berupa informasi dara sekuen DNA bakteri dari gen 16S rRNA, sedangkan untuk fungi dan khamir dari daerah ITS.
Kegiatan bioprospeksi dilakukan untuk menggali potensi mikroba sehingga dapat dikembangkan menjadi suatu produk yang bermanfaat.  Sejumlah koleksi bakteri telah dievaluasi potensinya sebagai bahan aktif pupuk hayati (biofertilizer), dengan mengevaluasi kapasitasnya dalam menambat nitrogen, melarutkan fospat, menghasilkan fitohormon. Beberapa koleksi dievaluasi potensinya sebagai agen biokontrol dengan menguji kemampuannya dalama menekan serangan patogen tanaman secara in vivo, dan menginduksi ketahanan sistemiknya. Berbagai potensi baik sebagai biofertilizer, biokontrol, bioindustri, biokonversi dikembangkan agar koleksi mikroba Biogen CC dapat dimanfaatkan.
mikroba

Bakteri pelarut fosfat (kiri) dan bakteri dari lahan pesisir yang mampu tumbuh pada larutan 10% NaCl.