Seminar Dua Peneliti Baru BB Biogen

 140 total views,  2 views today.

Kepala BB Biogen memimpin seminar
BB Biogen baru-baru ini mendapatkan tambahan dua punggawa peneliti baru ahli statistik populasi dan pemulia anggrek. Yang pertama Dr. M. Sabran,  adalah mantan Kepala BPTP Banjarbaru-Kalsel dan Kepala Bagian Kerjasama, Organisasi dan Hukum (KSOH) Badan Litbang Pertanian yang kini kembali sebagai peneliti bergabung dengan BB Biogen di Kelti PSDG. Beliau sebenarnya seorang ahli statistika populasi lulusan Iowa State University-USA, namun selama ini aktif di jabatan struktural. Mengawali perkenalannya dengan para peneliti di BB Biogen, beliau pada seminar khusus tanggal 1 April 2013 menyampaikan salah satu topik Disertasi S3 dengan judul, “ Survival Probabilities of Genes or Gametic Types in Partially Selfing Populations”.   Punggawa peneliti baru yang kedua adalah Ir. Kristina Dwiatmini, MSi, seorang pemulia tanaman anggrek pindahan dari Balai Penelitian Tanaman Hias (BALITHI) segunung-Cipanas. Beliau sebelumnya merupakan pemulia tanaman anggrek yang handal, khususnya anggrek Phalaenopsis. Terbukti enam varietas Phalaenopsis baru hasil persilangannya telah beliau lepas sebelum pindah ke BB Biogen, dan bahkan kini sedang menunggu pelepasan dua varietas Phalaenopsis baru lainnya. Pada seminar perkenalannya di BB Biogen kali ini beliau menyampaikan makalah dengan judul, “ Keragaman dan Keragaan Hasil Persilangan Anggrek Phalaenopsis”.   Kepala BB Biogen selaku moderator seminar khusus ini sangat menyambut baik kedatangan dua punggawa baru tersebut dan sangat berharap keduanya dapat membantu dan memperkuat penelitian di BB Biogen, khususnya di Kelompok Peneliti PSDG. Sesuai arahan beliau pada acara Apel Pagi sebelum seminar, bahwa penelitian ke depan BB Biogen diharapkan tidak hanya akan berkutat dengan tanaman pangan saja, tetapi harus juga meneliti komoditas selain pangan seperti tanaman perkebunan dan hortikultura.   Pada acara seminar ini hadir pula perwakilan dari Dinas Pertanian Kabupaten Bogor yang menyampaikan permasalahan petani anggrek di lapang, yaitu masih sulit dan mahalnya harga “bibit anggrek botolan” yang bisa mencapai Rp. 30.000 per botol. Mereka mengharapkan agar ada upaya dari balai penelitian untuk mencari teknologi pembibitan anggrek yang lebih efisien, sehingga harga jual bibit bisa lebih murah tapi tetap dengan kualitas bagus dan terjamin mutunya.
Peserta seminar BB Biogen